Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Ken Dwijugiasteadi: Masyarakat Akan Patuh kalau DJP Bisa Dipercaya

Pajak merupakan masalah klasik yang masih harus dihadapi oleh Indonesia. Pasalnya, kepatuhan pajak masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan, untuk memperbaiki kepatuhan masyarakat bisa dilakukan dengan beberapa hal. Salah satunya adalah dengan memberi tahu kepada masyarakatnya apabila tidak membayar pajak.

“Jadi bila di tanya, kita senantiasa yang dimaksud kepatuhan. Sesungguhnya orang juga akan taat bila kita berikan tahu mengakibatkan bukanlah pemicunya. Misalnya mengapa tidak berani merokok di pom bensin karna tahu mengakibatkan terbakar. Mengapa bila solat di masjid sandal sepatu dilepaskan karna tahu mengakibatkan juga akan dipukulin orang, ” katanya dalam kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Jakarta, Senin (13/11/2017).

“Orang akan bayar pajak bila orang tahu uangnya untuk apa. Bila tidak terang orang-orang pesimistis, ah sialan uangnya untuk dihambur hamburan saja, ” paparnya.

Diluar itu lanjut Ken, melakukan perbaikan kepatuhan dapat juga dikerjakan dengan menguatkan institusi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Lewat cara menggerakkan dengan penuh integritas serta tak akan terima suap.

“Berikutnya orang-orang juga akan taat bila pada orang pajaknya. Bila kita sekali lagi bagus ada yang operasi Tangkap Tangan (OTT) jadi tidak yakin sekali lagi karna yang di tangkap hanya satu orang. Orang-orang juga akan taat bila DJP-nya dapat diakui, ” tuturnya.

Diluar itu, dianya juga memohon pada beberapa mahasiswa yang ada supaya tidak menyulitkan Harus Pajak (WP) yang menginginkan membayar pajak. Karna hal itu dapat memengaruhi kepatuhan orang-orang dalam membayar pajak.

“Orang juga akan taat bila bayar pajak mudah. Saat ini telah mudah di smartphone lewat on-line, ” ucapnya.

Paling akhir lanjut Ken, untuk tingkatkan kepatuhan orang-orang dapat juga lewat cara sangsi sosial. Seperti dikucilkan bila orang-orang tidak membayar pajak.

“Yang selanjutnya beberapa etika sosial, orang-orang juga akan taat bila tidak bayar pajak juga akan malu. Saat ini berlomba. Saya senantiasa katakan sekali membayar pajak tentu ketagihan bila ayah ibu tidak ketagihan saya yang nagih, ” tuturnya. Sumber: http://www.siamplop.net