Kepada Mahasiswa Semester Akhir, Kalian Pasti Merasakan Hal Ini

Untuk teman-teman seperjuangan yang mulai migrain karena tugas akhir. Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman mahasiswa semester akhir. Semangat guys!!! Ini baru awal untuk babak berikutnya.karena episode puncaknya ada di ruang sidang.

Nikmati tiap-tiap ‘part’ yang perlu kita lalui sekarang ini dengan enjoy. Hahahaha ngomong sich enak.

Ingat pepatah ya guys ‘bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudian”. Biarkanlah sekarang ini kita bersusah-susah dahulu tapi pada akhirnya kita juga akan tertawa dengan rayakan hari kemenangan. Yup, wisuda gan!

1. Nyatanya begini jadi mahasiswa semester akhir

Jemu. Setiap hari ada saja tugasnya. Yang satu belum juga kelar serta yang satu telah nambah sekali lagi. Serta yang buat kepala terasanya ‘nyut-nyut’ jika deadline-nya berdekatan. Jika setiap hari kerjaan kami cuma bergelut dengan pekerjaan serta atribut pendukungnya selalu kapan kami dapat nikmati hidup pak bu dos? Kapan kami dapat bersosialisasi jika kerjanya mengurusin proposal mulu, nunggu ibu serta ayah dosen yang jika tidak dibutuhin senantiasa keluar tanpa ada diundang tapi waktu diperlukan hilang tak tahu kemana. Sembunyi di mana buk pak dos?

2. Pemberi keinginan palsu dengan kata lain PHP

Dear Dosen Pembimbing,

Untuk apa suruh kami menanti tanpa ada kepastian. Buat apa suruh kami menanti bila ujung-ujungnya ibu ayah dosen terhormat pergi tanpa ada pamit meninggalkan kami dalam kekecewaan serta kekesalan akut. Di PHP-in dosen lebih nyesek daripada di PHP-in gebetan. Serius.

3. Saat kata ACC lebih dinanti dari pada kata I LOVE YOU

Dear Revisi,

Mesti sedetail bagaimana lagikah kami? Nyesek waktu berlembar-lembar proposal yang kami lakukan (hingga tidak memedulikan lingkar hitam dibawah mata yang semakin hari semakin melebar, semakin tidak tipis, serta semakin gelap) dicoret sana-sini. Sesudah melalui berjam-jam lamanya, sesudah jam bertukar hari untuk berjumpa dengan ibu serta ayah dosen ‘pembimbing’, inikah balasan yang perlu kami terima? Coret sana coret sini belum juga terima kritik serta input kalian, bukanlah meringkankan tapi jadi semakin buat kepala terasanya berputar. Tolong tenggelamkan saja kami. Hingga dipertemuan keberapakah proposal ini juga akan terima kata ‘ACC’ yang lebih enak didengar daripada kata I love you? (Cuma untuk sekarang ini saja.)

4. Katakan I’m not afraid

Untuk beberapa rekanku yang tengah repot tuntunan, SEMANGAT! Saksikan rekan seangkatan kita yang lain. Mereka masih tetap repot mencari judul. Berulang-kali mereka terima penolakan. Paling tidak kita dapat sedikit bersukur dengan kondisi kita yang sedikit mujur ini. Mari kita doakan dengan mudah-mudahan mereka segera memperoleh judul yang cocok supaya selekasnya di ACC tuch judul. Amin

6. Taklukkan skripsi

Saat skripsi tidak kunjung usai, ingat-ingatlah emak dirumah yang telah tidak sabar lihat anaknya wisuda. Ingat-ingatlah pacar yang telah menanti untuk dilamar. Ingat-ingatlah habis gelap terbitlah jelas. Selesai kesusahan ini akan tiba hari yang senantiasa kita tunggulah, hari dimana pembalasan atas usaha keras di terima.

Baca Juga: Contoh Proposal

Dari semester per semester yang menjenuhkan berjumpa dosen yang menjengkelkan dengan pekerjaan yang tidak sempat selesai. Dari masa-masa skripsi yang kuras saat, fikiran, serta tenaga.