Kubah Masjid Galvalum Azizi

Kubah Masjid Galvalum Azizi

Kubah Masjid Galvalum Azizi

Apa kabar kalian semua di sana yang sedang membaca artikel ini. Semua pasti sehat sehat semua bukan. Alhamdulilah deh kalo sehat semua. Pada artikel kali ini saya akan sedikit mengulas Kubah Masjid Galvalum Azizi. Udah tahu belum tentang Kubah Masjid Galvalum Azizi ini ??, penasaran bukan , langsung saja simak artikel berikut. Kubah Masjid Galvalum Azizi ini merupakan peninggalan Kesultanan Langkat yang berada di kota Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan ibukota kesultanan Langkat pada masa lampau . letak Kubah Masjid Galvalum ini di tepi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan Banda Aceh kawan.

Kubah Masjid Galvalum Azizi dibangun oleh Sultan Langkat Haji Musa pada tahun 1899 silam , lalu selesai kemudian langsung diresmikan oleh putranya sendiri , Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah pada tanggal 13 Juni 1902 silam. Kubah Masjid Galvalum Azizi sendiri bercorak campuran Timur Tengah dan India dengan daya tampung sekitar 2000 jemaah sekaligus. Cukup banyak lah. Bangunan induk berukuran 25 × 25 m dan tinggi ± 30 m. Ketiga sisi Kubah Masjid Galvalum dilengkapi dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi Kubah Masjid Galvalum dan langsung menuju ke pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan kanannya berbentuk persegi delapan mirip menara dalam ukuran kecil dengan bagian ujungnya berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras Kubah Masjid Galvalum dilengkapi dengan pilar pilar dan lengkungan khas timur tengah dihias dengan kaligrafi, bentuk bentuk geometris dan ukiran floral.

Ruang utama Kubah Masjid Galvalum dindingnya empat persegi panjang berukuran 20 × 20 m. Lantai ruang utama tadinya berlapis keramik tetapi kini diganti dengan marmer, sisanya lantai keramiknya masih dapat dilihat di bagian tengah lantai ruang utama. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi al-Qur’an, hiasan geometris, dan floraral. Dinding bagian dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur’an, bentuk geometris dan floral. Mihrab dan mimbar Kubah Masjid Galvalum Azizi terbuat dari marmer.

Menara Kubah Masjid Galvalum terletak di timur laut Kubah Masjid Galvalum dengan tinggi sekitar 60 meter. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya. Secara keseluruhan arsitektural Kubah Masjid Galvalum Azizi ini memiliki beberapa kemiripan dengan Kubah Masjid Galvalum raya Al Mashun dan Kubah Masjid Galvalum Al Osmani di Medan, terutama pada rancang bangun kubahnya yang khas.

Setiap tahunnya diadakan Festival Azizi di Kubah Masjid Galvalum ini. Kegiatannya beragam, mulai dari lomba barzanzi, azan, marhaban, dan baca puisi. Festival tersebut diselenggarakan untuk memperingati wafatnya Tuan Guru Besilam Babussalam Syeikh Abdul Wahab Rokan, yang dikenal sebagai ulama penyebar Tariqat Naqsabandiah. Pengikutnya menyebar hingga ke Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, dan negara-negara Asia Tenggara. Festival bernuansa Islami itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Kubah Masjid Galvalum Azizi dan sejarahnya. Hanya karena bertempat di Kubah Masjid Galvalum Azizi, maka disebut Festival Azizi.